Mengenali Piramida Pembelajaran

Editor : Rahmah El Fauziah

Apa itu Piramida Pembelajaran?

Piramida pembelajaran adalah cara memandang anak secara utuh. Fondasi piramida adalah sistem saraf pusat anak, yang terkait erat dengan sistem sensorik mereka. Perkembangan yang memadai dibangun di atas kemampuan untuk mendaftarkan dan memproses informasi sensorik dari tujuh indera (sentuhan, gerakan, tekanan dalam, penciuman, pengecapan, penglihatan dan pendengaran).

Tingkatan Pertama Piramida

Kotak Paling bawah dalam ilustrasi di atas adalah sistem saraf pusat, yang paling dekat mendukung tingkat kedua.

Tingkatan Kedua Piramida

Sensorik (umur 0-2 tahun)

  • Taktil (sentuhan)
  • Vestibular (keseimbangan, gerakan)
  • Proprioception (tekanan dalam, di mana tubuh berada di ruang angkasa)
  • Penciuman (bau)
  • Visual (penglihatan)
  • Auditori (ppendengaran)
  • Gostatori (rasa)

Tingkatan Ketiga Piramida

Sensorik-Motorik (umur 2-3 tahun)

  • Skema tubuh (kesadaran tubuh melalui gerakkan)
  • Kematangan refleks (refleks, untuk tujuan keamanan)
  • Kemampuan untuk menyaring input (memperhatikan pengalaman sensorik yang penting)
  • Keamanan postural (kepercayaan diri dalam mempertahankan postur tertentu untuk mencegah jatuh)
  • Kesadaran akan dua sisi tubuh (integrasi bilateral)
  • Perencanaan motorik (kemampuan untuk merencanakan gerakan)

Tingkatan Keempat Piramida

Perseptual Motorik (umur 4-6 tahun)

  • Kemampuan bahasa auditori (mendengar & berbicara)
  • Persepsi visual-spasial (mengenali lokasi fisik objek serta hubungan fisik antar objek)
  • Fungsi pusat perhatian (menjaga perhatian)
  • Koordinasi mata-tangan (menggunakan apa yang anda lihat untuk memandu gerakan tangan anda)
  • Kontrol motorik okular (menemukan & memperbaiki sesuatu di bidang penglihatan)
  • Penyesuaian postural (menyesuaikan postur untuk menjaga keseimbangan)

Tingkatan Kelima Piramida

Kognitif (6 tahun keatas) Pembelajaran akademik, kegiatan hidup sehari-hari (makan, kebersihan pribadi, perilaku)

Ayah Bunda, kecerdasan anak itu diperoleh secara bertahap lho! Anak yg cerdas secara kognitif di usia sekolah, sejatinya sudah “distimulasi” atau memperoleh latihan sejak dini. Kadang, kita tak menyadarinya.