Makan pedas saat menyusui bisa bikin bayi diare atau kolik
Ini adalah mitos yang paling sering didengar. Faktanya, kandungan zat pedas, seperti capsaicin yang ada di cabai, hanya diserap sedikit sekali oleh tubuh dan tidak banyak masuk ke dalam ASI. Capsaicin memiliki molekul yang cukup besar sehingga sulit menembus darah dan kelenjar susu.
Selain itu, rasa makanan yang ibu konsumsi tidak serta-merta sama dengan rasa ASI. Jadi, ASI tidak akan menjadi pedas. Bayi juga memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna dan sensitif, sehingga ada beberapa makanan yang dikonsumsi ibu bisa menyebabkan reaksi pada bayi, tetapi makanan pedas tidak selalu jadi penyebabnya.
Makanan pedas dapat memengaruhi rasa ASI
Meskipun makanan pedas tidak membuat ASI “pedas” seperti rasa cabai, beberapa senyawa dari makanan yang ibu konsumsi bisa mengubah aroma dan rasa ASI. Namun, hal ini justru punya manfaat, lho!
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terbiasa dengan berbagai rasa melalui ASI, termasuk rasa dari makanan pedas, akan lebih mudah menerima beragam makanan saat MPASI (Makanan Pendamping ASI). Ini bisa melatih selera makan bayi agar tidak pilih-pilih saat dewasa nanti.
Boleh, kok! Selama ibu tidak memiliki masalah pencernaan dan tidak ada reaksi negatif pada bayi, tidak ada alasan untuk menghindari makanan pedas.
Namun, setiap bayi berbeda. Ada beberapa bayi yang mungkin lebih sensitif terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi ibunya. Jadi, perhatikan reaksi si kecil setelah ibu makan pedas. Jika bayi terlihat rewel, kembung, atau mengalami diare, coba hentikan konsumsi makanan peda sebentar dan lihat apakah ada perubahan.
Leave A Comment