Vaksin Rotavirus adalah vaksin yang sangat efektif untuk mencegah diare berat pada bayi akibat infeksi virus Rotavirus. Namun, vaksin ini punya batasan usia pemberian yang cukup ketat. 1. Vaksin Rotavirus (monovalen) : Hanya diberikan dalam dua dosis, yaitu dosis pertama pada usia 6 minggu hingga 14 minggu (paling lambat) dan dosis kedua paling lambat pada usia 24 minggu.

2. Vaksin Rotavirus (pentavalen) : Diberikan dalam tiga dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 6-12 minggu, dan dosis terakhir harus selesai pada usia 32 minggu.

Faktanya, karena batasan usia yang tergolong dekat, banyak orang tua yang terlambat membawa anaknya ke dokter, sehingga waktu pemberiannya terlewat. Sehingga, jika sudah melewati batas usia, vaksin ini tidak bisa diberikan lagi. Padahal, diare akibat Rotavirus bisa menyebabkan dehidrasi parah yang membahayakan nyawa bayi.

Vaksin PCV melindungi anak dari infeksi bakteri Pneumokokus yang bisa menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti pneumonia (radang paru), meningitis (radang selaput otak), hingga infeksi telinga.Faktanya, banyak orang tua yang menunda atau bahkan melewatkan vaksin ini karena menganggap penyakit-penyakit tersebut jarang terjadi. Namun, infeksi Pneumokokus adalah salah satu penyebab utama kematian pada anak balita di seluruh dunia. Penyakit ini sering kali muncul sebagai komplikasi dari flu atau infeksi saluran pernapasan atas, dan dapat menyebar dengan cepat di antara anak-anak.

Kedua vaksin ini memberikan perlindungan terhadap penyakit yang sangat berbahaya. Diare Rotavirus adalah penyebab utama dehidrasi pada bayi, sementara infeksi Pneumokokus bisa menyebabkan kematian atau kecacatan seumur hidup.

Dengan memberikan vaksin, orangtuatidak hanya melindungi anak, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan komunitas (herd immunity), di mana penyakit sulit menyebar karena sebagian besar populasi sudah kebal.

Biaya pengobatan penyakit yang disebabkan oleh Rotavirus atau Pneumokokus jauh lebih mahal daripada biaya vaksinasi itu sendiri.