Dalam pertumbuhan anak susah susah gampang, mengapa? karena kadang si anak jauh melambung tinggi dari apa yang harus dilakukannya dengan usianya saat itu. Atau sebaliknya si anak tak dapat melakukan sesuatu yang dianggap harusnya bisa melakukannya di umur segitu. Begitulah dinamikanya, berikut sharing pengalaman oleh bundanya Ibrahim dalam membersamai pertumbuhan serta perkembangan anaknya.

 

Hidup Tak seperti Persamaan Linear

Oleh: Fajri Umami

 


Melihat kembali keseluruhan grafik lompatan yang dibuat Ibrahim itu, membuat saya teringat beberapa hal. Drama di masa-masa anak GTM (gerakan tutup mulut a.k.a picky eating alias susah makan) yang bisa membuat ibu-ibu senewen. Moment plotting pertumbuhan badan anak yang bisa bikin ibu-ibu deg-deg-ser tiap bulan atau per 2 bulan. Juga drama di masa-masa anak belajar/distimulasi sesuai tahap perkembangan di usianya, yang membuat ibu-ibu terpaksa mengelus dada hingga mengemis agar anak bisa kooperatif.

Apa hubungannya dengan grafik lompatan Ibrahim? Sama-sama tak linear, naik-turun dengan pola tak jelas. Ada kalanya seperti mendaki bukit yang landai. Ada kalanya steady seperti di jalan tol. Ada kalanya bergerigi kecil-kecil. Ada kalanya rock climbing di tebing yang curam. Ada kalanya terjun bebas. Seperti kata Ibrahim, mirip huruf M (kadang bisa juga N, bisa juga W). Bedanya, grafik lompatan itu sengaja diatur yang bersangkutan demi terlihat lebih menarik. Sementara, di grafik yang lain, rasanya tak mungkin Ibrahim coba cari gara-gara sama saya. 😒

Yah,… begitulah hidup.

Tak bisa selalu sejalan antara usaha yang dilakukan dan hasil yang diharapkan. Jika hari ini ibu berkutat di dapur demi 4-5 menu makanan dan anak picky eater alhamdulillah mau makan 1 menu di antaranya,… tak ada jaminan si anak akan mau membuka mulut esok harinya. Jika hari ini mood anak baik, sikapnya behave, ibu jadi tak bertaring, dan malam pun ditutup dengan happy ending,… tak ada jaminan hari esok akan berjalan semulus itu kembali. Jika beberapa bulan ini grafik pertumbuhan anak sangat bagus dan bertahan di garis 0 (kurva z-scores)* atau setidaknya tidak turun banyak,… tak ada jaminan bulan depannya akan steady di garis itu. Ada banyak skenario yang mungkin terjadi. Entah itu anak sakit sehingga nafsu makannya drop lagi dan berat badannya merosot tajam (padahal untuk menaikkannya saja sudah tertarih-tatih). Entah itu drama anak minta perhatian karena kedua orang tua sibuk mengejar deadline. Entah skenario lainnya.

 

Catatan:
*Kurva z-scores adalah satu di antara 2 kurva pertumbuhan standar yang menggambarkan pertumbuhan optimal anak, yang dikeluarkan oleh WHO. Nilai 0 berarti median atau rata-rata. Kurva pertumbuhan lainnya menggunakan percentile
FOTO: Bursanom.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: