Anak mengamuk (TEMPER TANTRUM)

Oleh : Yustisi Maharani S, Psi.,  M. Psi

Editor : dr. Zuhrah Taufiqa, M. Biomed

Bacaan sebelumnya,

Tantrum pada Anak (Part 1) ; Apa Penyebabnya ?

Apakah tantrum pada anak bisa dicegah ? Bagaimana caranya ?

Tindakan Pencegahan

Langkah Pertama kenali kebiasaan-kebiasaan anak, dan mengetahui secara pasti pada kondisi-kondisi seperti apa muncul tantrum pada anak
Langkah  kedua lihat pola asuh orangtua. Apakah anak terlalu dimanjakan? Apakah orangtua bertindak terlalu melindungi (over protective), dan terlalu suka melarang? Apakah pola asuh ayah dan ibu sama/ kompak? Apakah orangtua konsisten dalam perkataan dan perbuatan?
Langkah paling utama Orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Jika Anda marah, salurkanlah itu secara tepat.

 

Ketika tantrum terjadi pada anak, Apa tindakan yang bisa dilakukan orang tua ?

Tindakan Ketika Tantrum Terjadi

  • Memastikan segalanya aman.
  • Orangtua harus tetap tenang, berusaha menjaga emosinya sendiri agar tetap tenang.
  • Mengabaikan tantrum anak (ignore).
  • Jika perilaku tantrum bertambah buruk dan tidak selesai-selesai, selama anak tidak memukul-mukul Anda, peluk anak dengan rasa cinta. Tapi jika rasanya tidak bisa memeluk anak dengan cinta (karena Anda sendiri rasanya malu dan jengkel dengan kelakuan anak), minimal Anda duduk atau berdiri berada dekat dengannya.
  • Jika Anda terpaksa harus berseberangan pendapat dengan si anak saat dia mengamuk, kemukakan pendapat Anda secara tegas, tetapi  lembut

Apabila tantrum pada anak telah selesai terjadi, apa langkah selanjutnya yang bisa ditempuh orang tua?

Tindakan Ketika Tantrum Telah Berlalu

  • Saat tantrum  anak  sudah  berhenti, janganlah  diikuti  dengan  hukuman,  nasihat-nasihat, teguran,  maupun  sindiran.  Juga jangan diberikan hadiah apapun, dan anak tetap tidak boleh mendapatkan apa yang diinginkan (jika tantrum  terjadi  karena  menginginkan  sesuatu).  Dengan  tetap  tidak  memberikan  apa  yang diinginkan si anak, orangtua akan terlihat konsisten dan anak akan belajar bahwa ia tidak bisa memanipulasi
  • Berikanlah rasa cinta dan rasa aman Anda kepada anak. Tunjukkan kepada anak, sekalipun ia telah berbuat salah, sebagai orangtua Anda tetap mengasihi
  • Orangtua perlu mengevaluasi mengapa sampai terjadi tantrum agar dapat mencegah tantrum berikutnya

Berikan nasehat dan ajarkan nilai-nilai kepada anak disaat yang tepat. Bukan saat anak tantrum, atau sesaat setelah tantrum


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: