Tumbuh Kembang & Psikologis Anak (Bagian 1)

Harian Singgalang Minggu, 6 Mei 2018

 

Rubrik Klinik MLC “Seputar Menyusui dan Pemberian Susu UHT”

Rubrik Klinik MLC “Optimalkan Pertumbuhan Anak melalui Nutrisi Terbaik”

Profil Layanan Klinik Tumbuh Kembang Anak Padang “My Lovely Child” (MLC)

Rubrik Klinik MLC : Tumbuh Kembang & Psikologis Anak (Bagian 2)

 Ibu A, di Padang

Assalamu’alaikum dokter,

Sebenarnya apakah pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hal yg sama? Karena anak saya usia 1 tahun, kurus tapi lincah banget, lho. Mohon pencerahannya dokter. 

Wassalamu’alaikum Ibu A,

Menurut Spesialis Anak Klinik MLC yaitu dr. Asrawati, Sp.A.,M.Biomed, pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua hal yang berbeda namun berjalan berdampingan. Pertumbuhan dapat diukur dari peningkatan berat badan dan pertambahan tinggi badan yang mencerminkan status gizi anak serta perubahan ukuran lingkar kepala yang mencerminkan pertambahan volume otak anak. Sedangkan, perkembangan dapat dinilai dari kemampuan anak tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, mengoceh, mengucap kata serta berbagai tingkat perkembangan lainnya.

Zuhrah Taufiqa, M.Biomed konsultan Gizi-MP ASI Klinik MLC menjelaskan bahwa dalam status gizi, istilah ‘kurus’ berarti Tinggi Badan (TB) anak masih dalam batas normal sedangkan Berat Badan (BB) anak kurang. Apakah hal ini baik? Tentu tidak. Masalah gizi di masa emas pertumbuhan anak (1000 hari pertama kehidupan) akibat kurangnya asupan ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang bergizi seimbang akan mengganggu tumbuh kembang, terutama kercerdasan anak. Mengapa? Karena otak (sel-sel saraf) anak bertumbuh hingga 90% dalam tiga tahun pertamanya. Apabila keadaan ‘kurus’ pada anak cepat ditatalaksana melalui asupan makanan yang tepat, maka BB akan naik dan sehingga nantinya TB anak tetap bisa optimal. Namun, jika orang tua ‘membiarkan’ kondisi fisik anak yang ‘kurus’ ini dengan dalih “biarlah, anak saya kurus yang penting lincah” maka, kondisi kurang gizi yg terjadi akan berlanjut menjadi istilah yang disebut “stunting” atau pendek. Telah banyak penelitian mengungkapkan bahwa ‘stunting’ menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang bersifat permanen bagi anak di masa depan. Penelitian juga membuktikan bahwa faktor genetik hanya berpengaruh 20% saja. Artinya, faktor nutrisi jauh lebih berperan besar dibanding keturunan.

Fiqa menambahkan bahwa semakin anak aktif dan lincah maka, seharusnya, asupan makanan juga lebih banyak lagi. Tingkatkan frekuensi serta jumlah (porsi) makan anak dengan jenis makanan yang bervariasi dan padat gizi. Mengingat kebutuhan gizi/kalori makanan anak bersifat individual dan terkait usia serta aktifitas masing-masing maka, disarankan pada ibu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan tim Dokter Klinik MLC serta memantau pertumbuhan anak dengan menimbangnya secara teratur 1-2 bulan sekali.

 

2. Ibu M, di Padang

Halo dokter,

Anak saya laki-laki berusia 15 bulan, saat ini masih belum bisa berjalan sendiri tanpa dipegang, apakah ini normal?

 

Halo Ibu M,

Menurut dr. Asrawati, Sp.A.,M.Biomed, perkembangan motorik anak ibu saat ini masih sesuai milestone (tahap perkembangan anak). Anak baru dikatakan ‘terlambat’ jika masih belum bisa berjalan sendiri di usia 18 bulan. Agar anak ibu bisa berjalan sendiri tanpa dipegang, ibu dapat melakukan latihan secara berulang-ulang, misalnya anak berjalan dengan mendorong kursi, mainan kereta dorong, dll dalam pengawasan dan di tempat yang aman, tentunya.

Zuhrah Taufiqa, M.Biomed menambahkan bahwa ‘berjalan’ hanyalah salah satu aspek penilaian dalam perkembangan motorik kasar anak. Terdapat berbagai aspek penilaian perkembangan lain pada anak berusia 15 bulan diantaranya kemampuan anak bertepuk tangan atau melambai-lambai, kemampuan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan, kemampuan anak memanggil “papa/mama” saat melihat ayah/ibunya, kemampuan anak mengambil benda-benda kecil seperti kacang, atau potongan buah serta kemampuan anak dalam menunjukkan keinginannya tanpa menangis atau merengek.

Untuk mengetahui normal atau tidaknya perkembangan anak ibu, sebaiknya dilakukan  konsultasi serta penilaian secara menyeluruh yang mencakup aspek motorik kasar & halus, perkembangan bahasa & bicara serta aspek sosial & kemandirian anak oleh dokter Spesialis Anak kami.

 


2 Comments

Ami · 20/05/2018 at 18:11

Anak saya sekarang laki2 umur 20bln, tidak pernah mau makan nasi, apalagi lauknya ayam, daging (anaknya tdk mau mengunyah). Tetapi roti dan cemilan mau, secara fisik tdk kurus. Bagaimana agar anak saya mau makan nasi?. Di umur yang sekarang, apakah tdk menjadi masalah belum bisa ngomong (2kata yg ada arti, papa dan udah) Tetapi mengerti apa yg kita katakan. Apakah ini dikatakan speech delay?

    Zuhrah Taufiqa · 03/06/2018 at 09:20

    mohon maaf baru membalas ibu, ada baiknya anak ibu dilakukan deteksi dini tubmbuh kembang dahulu untuk menilai kemampuan oromotor untuk mengunyah, penilaian status gizi dan kemampuan berbahasa dan bicara. sehingga bisa diberikan saran yang tepat untuk anak ibu. jika ibu melakukan deteksi ini d usia saat anak ibu 20 bulan, insyaallah belum terlambat. terimakasih ,

    regards, dr. fiqa as a manager of MLC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: