Di halaman ini, Anda akan menemukan berbagai pertanyaan dan jawaban yang muncul dalam diskusi bersama ibu-ibu grup Parenting United. Semua jawaban diberikan oleh dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed. Secara berkala, konten FAQ ini akan di-update seiring adanya pertanyaan lainnya yang sering muncul.

Diharapkan informasi pada halaman ini dapat membantu ibu-ibu yang memiliki pertanyaan serupa.

“Apabila anak 6 bulan s/d 2 tahun tidak diberi MP ASI, apakah ada efeknya? Karena saya pernah baca di artikel bahwa hal tersebut tidak apa-apa asal ASI ibu cukup untuk memenuhi kebutuhan anaknya (ibu memakan makanan bergizi).” style=”round_outline” size=”lg” open=”true”]ASI tidak bisa memenuhi SEMUA kebutuhan nutrisi anak sejak anak usia 6 bulan. Akan ada kekurangan nutrisi pada anak jika anak tidak diberi MP ASI. hal ini telah diteliti. Sehingga alasan penting pemberian MP ASI Adalah untuk menutupi kekurangan nutrisi ini.

Kesenjangan nutrisi tersebut meningkat secara bertahap. Ketika berusia 6 bulan, anak akan kekurangan energi sebanyak 200 kkal, berikutnya pada usia 8 bulan akan kekurangan energi 400 kkal. Akibatnya keterlambatan pemberian MP ASI akan menimbulkan kekurangan zat gizi pada anak. Awali pemberian MP ASI sedikit-sedikit dan secara bertahap ditingkatkan sampai semua kebutuhan akan ASI ditutupi oleh makanan. Berikan MP ASI sesuai waktu yang tepat dengan porsi yang tepat pula.

Anak membutuhkan kalori yang dipenuhi dari konsumsi zat gizi karbohidrat, protein, dan lemak. Vitamin tidak mengandung kalori. Oleh karena itu, vitamin disebut mikronutrient. Namun vitamin dapat membantu proses dalam tubuh.

“Bila anak pada usia <1 tahun sangat sedikit sekali makannya karena ASI-nya benar-benar doyan, akan berpengaruhkah terhadap perkembangannya?”

Sangat berpengaruh. Itu sebabnya, pengaturan JADWAL MAKANAN sangat PENTING. Jika jadwal pemberian makanan diatur dengan baik, maka anak tidak akan minta ASI terus menerus. Dan proses penyapihan pun akan berlangsung dengan baik. Disiplin dan konsisten adalah kunci pengaturan jadwal makan. Dispensasi untuk jadwal boleh dilakukan saat anak sakit.

“Anak saya berumur 6 bulan 4 hari, baru mulai MP ASI menu tunggal, ASI eksklusif dan masih diberikan ASI juga sampai sekarang, kalau bisa sampai 2 tahun. Kemarin kata dokter, walaupun anak sudah MP ASI tetap harus diberikan susu formula di samping pemberian makanan bubur susu, biskuit, dan sari buah. Apakah pengaruh dari pemberian sufor itu? Apa zat gizi dari asi saja dan makanan tdk cukup? Anak saya juga diresepkan suplemen zat besi.”

Status gizinya bagaimana bu? Status zat besinya? Apakah anak gizi baik atau kekurangan zat besi? Jika anak sehat, tidak ada masalah status gizi, gizi optimal, tidak ada anemia kekurangan zat besi. Maka cukup berikan ASI dan MP ASI dengan porsi, jadwal, dan frekuensi yang dianjurkan. Tidak diperlukan sufor atau apapun. Jika status gizi anak bermasalah, kurang gizi, atau mengalami anemia kekurangan zat besi, maka ini kasus khusus. Artinya, dokter yang memerika yang lebih paham mengenai tatalaksana pasien.

“Anak berusia di bawah 1 tahun, apakah MP ASI-nya tidak boleh diberi gula dan garam?”

Gula garam, bolehkah? Sejak usia 6 bulan anak sudah punya preferensi rasa. Jadi boleh memberikan yg asin dan manis. Asin bisa dari garam, keju dll. Manis bisa dari gula atau sari buah. Jika ingin memberi, berikan secukupnya. Jika ingin memberi garam hanya seujung sendok saja untuk total jumlah garam per hari. Untuk semua bahan makanan yg dikonsumsi anak sehari. Untuk gula, hanya sedikit saja. Berhubung cukup sulit menakar, ibu cukup berikan rasa asin dan manis dari bahan alami saja.

“Apakah sembelit salah satu gejala alergi pada makanan?”

Sembelit utamanya adalah tanda anak mengalami kekurangan cairan atau kelebihan porsi karbohidrat dalam makanan. Alergi lebih cenderung ditandai dengan mencret.

“Anak saya berusia 15 bulan, saat ini berat badannya 11,5 kg. Setiap hari menurut anjuran neneknya (ibu saya), makan berat hanya diberikan 2x, pagi dan sore, siang hanya makan buah. Dan sisanya hanya cemilan. Setiap kali orang di rumah makan, si anak selalu ikut mencoba makanan yg kami makan beberapa sendok. Yang jadi pertanyaan apakah pemberian 2x makan berat ini sudah cukup sebenarnya untuk anak saya atau perlu ditambahkan lagi?”

Pada usia tersebut, makan utama sudah 3-4x per hari dan cemilan 2x. Beri pemahaman pada keluarga, bahwa semakin bertambah usia, semakin banyak aktivitas, sehingga semakin banyak energi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang secara optimal. Status gizinya masih baik. Tapi masih bisa dioptimalkan lagi. Berikan frekuensi dan porsi makan dengan tepat, cemilan bergizi tinggi, kaya kalori.

“Sekarang anak saya berusia 18 bulan. Geraknya makin banyak karena sudah bisa jalan. Tapi makan nasi susah. Makanan pengganti apa ya yang bagus buat tumbuh kembangnya?”

Kenapa susah makan nasinya bu? Ada pemaksaan? Tidak suka rasa? Coba teliti dulu penyebab anak tidak suka. Jika hanya karena bosan, maka beri dulu selingan lain seperti kentang, ubi, spaghetti, tapi nasi tetap diberikan minimal 1x per hari di antara 3x jadwal makan. Disiplinkan anak untuk makan nasi. Misal, pagi harusnya makan nasi. Tunggu 30 menit. Kalau tidak disentuh, biarkan saja. Jangan diganti susu, dll. Ketika anak tidak mau makan biarkan lapar. Sewaktu jadwal cemilan, beri cemilan kaya gizi seperti tahu kukus/nugget tahu, bakwan, yang isinya ada kentang, ayam, dll. Sewaktu jadwal makan siang beri menu utama. Jika anak sehat, maka anak pasti akan lapar. Yakinlah. Jika makan siang tetap tak disentuh, ganti dengan spaghetti, kentang, dll. Jika ingin mengganti nasi dengan yang lain, jangan sampai keterusan. Misal, anak tidak mau nasi, lalu diganti dengan spaghetti yang akhirnya anak hanya makan itu selama 3-4 hari berturut turut. Akibatnya, anak semakin tidak mau makan nasi dan akan semakin sulit dibujuk untuk mau makan nasi kembali. Pelajari juga cara mengolah nasi agar anak mau makan. Misal nasi jadi nasi goreng, lontong, bola bola nasi, nugget nasi, dll. Hal di atas berlaku untuk semua bahan makanan yang kita ingin anak konsumsi. Kenalkan makanan tersebut, berikan dalam berbagai metode pengolahan dan konsisten.

Jika memang ada penyebab trauma, maka sisi psikologis anak juga harus diperhatikan. Ajak anak makan di luar atau piknik. Ciptakan suasana yang nyaman untuk makan. Usahakan makan bersama dalam keluarga. Sehingga anak termotivasi untuk makan.

“Anak saya berusia 11 bulan 23 hari, namun giginya baru 2 yang tumbuh. Apakah itu disebabkan karena nutrisi makanannya yang kurang mengandung kalsium? Alhamdulillah sampai saat ini masih ASI.”

Pernahkah konsultasi ke dokter gigi bu? Utk 11 bulan harusnya udah sekitar 4 gigi atas dan 2 gigi bawah. Coba diperiksa lagi, bagaimana tekstur makanan anak. Sudah nasi tim? Sudah dikenalkan dengan finger food? Karena finger food berguna untuk stimulasi tumbuh gigi lho. Anak mengunyah dengan gusi. Jadi jangan takut memberikan anak finger food di usia 7-8 bulan, meski belum ada gigi. Karena hal tersebut justru membantu pertumbuhan gigi. Klo anak ASI, maka asupan kalsiumnya cukup.

“Anak saya berusia 6,5 bulan, sudah MP ASI, menu 4 bintang, plus lemak tambahan. Tapi kadang masih sembelit, air putih masih sedikit minumnya, minum ASI pun sudah agak berkurang. Bagaimana ya dok?”

Beri air putih di sela-sela makan lebih sering. Beri sari buah alias jus sewaktu jam cemilan. Tinggi cairan akan sangat menghindarkan anak dari sembelit. Lalu perhatikan porsi karbohidrat sekali pemberian. Coba kurangi hingga hanya ½ saja namun frekuensi pemberian makan ditambah. Misal, sekali pemberian makanan 1 mangkok 2x sehari. Jadikan, 4x sehari tapi cukup ½ mangkok saja. Metabolisme masing-masing anak berbeda, jadi berikan sesuai pola anak, dan hanya ibu yang bisa menilai.

“Dalam persiapan MP ASI, saya biasanya stok sayuran dan lauk pauk sekaligus dalam porsi banyak. Tapi dibagi beberapa kali untuk sekali masak. Jadi, ayam sekaligus 1 ekor saya potong-potong, lalu saya bungkus dalam plastik kecil-kecil, untuk beberapa kali masak. Begitu juga dengan daging, hati, ikan, dan sebagainya. Untuk sayuran, saya pun begitu. Untuk wortel, saya parut atau potong-potong, masukkan ke plastik, baru saya masukkan lagi ke wadah kedap udara, baru masuk freezer. Nanti di wadah yang lain juga ada jagung, brokoli, buncis, dll. Tapi pernah saya baca sayuran itu jika mau disimpan dalam freezer, diolah dengan cara direbus sebentar, baru celup ke air es dan bekukan. Yang mau saya tanyakan, cara yg selama ini saya lakukan apakah boleh begitu? Maksudnya, sayur dalam keadaan mentah, dicuci, dipotong-potong, baru masuk freezer (tidak direbus dulu). Lalu bagaimana dengan nutrisinya dok?”

Sayur sebaiknya fresh. Jangan disimpan di freezer. Cara penyimpanan di kulkas bawah 3 hari cukup. Jika ingin beku memang direbus lalu tiriskan dan masukkan air dingin untuk menghentikan proses enzimatisnya. Semua yang disimpan di freezer sebaiknya diturunkan ke kulkas bawah dulu sebelum diolah untuk mencegh perubahan suhu drastis yang bisa memicu tumbuh kembang bakteri.

“Anak saya berusia 4 tahun, berat badannya sekarang hanya 12,5-13 kg sejak usianya 2 tahun. Tapi si anak jarang sakit (kalo pun sakit, hanya batuk pilek atau diare ringan). Anak juga aktif sekali. Makan sering tapi porsinya memang sedikit-sedikit. Hampir semua jenis sayuran yang saya masak untuk dia pasti dimakan, juga lauk pauk dan buahnya. Tapi kenapa berat badannya hanya segitu-gitu saja ya dok? Sejak MP ASI sampai sekarang saya memang tidak pernah menambahkan lemak tambahan di tiap porsi makannya (karena baru tahu kegunaan lemak utk anak-anak dok). Dulu orang tua selalu bilang jangan banyak dikasih minyak, nanti batuk dan sebagainya. Apakah boleh saya menerapkan double protein setiap harinya untuk menaikkan berat badan si anak?”

Status gizi anak kurang berarti pengeluaran energi lebih besar dibanding asupan makan. 
Solusi: Tingkatkan porsi atau frekuensi makan. 3-4x perhari. Cemilan kaya energi. Karena anak hobi makan sedikit maka porsi biasa tapi frekuensi ditambah. Cemilan kaya energi yang one bite dish. Contohnya pergedel seafood, tahu kukus, puding jagung santan, omelete, dll. Mau double karbohidrat protein lemak tidak masalah bu. Jangan terbuai dengan anggapan anak saya langsing tapi aktif dan jarang sakit. Pacu tumbuh kembngnya dengan nutrisi yang optimal saat ini. Karena efeknya nanti di masa depan. Yakin bisa.

“Jika anak sedang batuk pilek, apakah boleh tetap diberi lemak tambahan?”

Anak batuk pilek boleh diberikan lemak tambahan. Tidak ada masalah bu.

“Apa dampaknya jika anak 7 bulan MP ASI-nya sudah diberi gula dan garam?”

Berapa kadar gula garam yang diberikan?
Jika banyak gula (>5 gram/hari), bisa berakibat anak sangat suka yang manis. Jika semakin suka dapat mengarah ke obesitas dan diabetes di kemudian hari. 
Jika banyak garam (>1 gram/hari), memperberat kerja ginjal.

“Bagaimana mengetahui anak MP ASI usia 10 bulan sudah tercukupi zat besinya? Apakah memang anak ASI wajib untuk mendapatkan tambahan zat besi dari vitamin?”

Jika ingin mengetahui status zat besi anak cukup atau tidak, pertama cek status gizi anak. Jika dalam batas normal biasanya tidak masalah.
Cek juga anak sering sakit atau tidak. Jika sering sakit, bisa jadi kurang zat besi. Untuk tahu pasti, cek zat besi atau hemoglobin anak melalui pemeriksaan laboratorium. Pemberian zat besi hanya diberikan jika memang ada defisiensi zat besi. Jika tidak ada atau minimal, mari dipacu dengan makanan tinggi zat besi.

“Apakah berat badan bayi ada hubungannya dengan perkembangan otak ataupun motorik pada masa emas tumbuh kembang dok? Bayi saya usia 5 bln 17 hari, berat badan terakhir 5,8kg, apa dalam rentang normal dok? Teman-temannya ada yang 6 bahkan 8 kg lebih. Setelah pemberian MP ASI, apakah berat badan harus naik lebih pesat dok? Terima kasih.”

Pertumbuhan dan perkembangan sebaiknya harus sejalan. Pertumbuhan diukur dengan berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala. Perkembangan dinilai dari kemampuan motorik, bahasa, dll.

Gizi yang baik akan menunjang perkembangan yang baik pula. Untuk berat badan anak yang perlu dipahami adalah, jangan bandingkan dengan anak lain. Cukup fokus dengan grafik tumbuh anak kita sejak lahir. Usahakan grafik meningkat sesuai lengkungannya. Tak perlu naik tinggi, tapi kemudian terjun bebas. Jenis kelamin, usia, dan asupan makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Biasanya sejak 4 bulan berat badan anak akan susah naik. Termasuk masa-masa MP ASI. Jadi pelajari tipsnya dan lakukan.

Cek berat badan anak sebulan sekali saat anak berusia 0-1 tahun dan 2-3 bulan sekali usia 1-3 tahun. Kalau ada kecenderungan gagal tumbuh yang ditandai dengan berat badan tidak naik, maka dapat diketahui dengan cepat.

“Anak kedua saya, usia 2,5 tahun (berat bada 10kg) sudah beberapa bulan ini tidak suka jika makanannya dicampur. Misal, dalam satu sendok ada nasi, lauk, sayur. Pasti selalu dilepeh. Bisa dibilang makan besar tidak terlalu banyak tapi kalau cemilan makannya doyan sekali. Semua cemilan dia saya usahakan homemade. Hanya saja karena dekat dengan mertua, kadang suka dibawakan bengbeng dan biskuit-biskuit gitu. Dan anaknya doyan sekali susu. Itu bagaimana ya dok? Dan dilihat dari berat badannya sepertinya kurang ya dok?”

Berat badannya kurang bu. Coba dicek kembali, yang diberikan ke anak apa saja. Cemilan yang diberikan jika cenderung yang instan, biasanya anak akan menolak menu utama. Tapi kalau cemilan gorengan buatan sendiri, atau sayur, buah atau pergedel, anak biasanya aman untuk makan utama karena isi cemilannya hampir sama dengan menu berat yang dia konsumsi.

Susu dibatasi bu. Hanya 2x shari. Kalau anak nangis, biarkan aja dulu. Nanti akan diam sendiri. Ibu dan keluarga yang lain harus sama-sama konsisten menjaga hal tersebut.

“Benarkah ikan salmon dapat menjadikan anak cerdas? Wajib/tidak wajib dikonsumsi? Jika anak menolak, kandungan gizinya dapat digantikan dengan apa? Terimakasih.”

Salmon mengandung asam lemak esensial itu benar. Tapi tidak wajib. Banyak asupan lain yang juga mengandung asam lemak esensial. Ikan sisik, ikan laut lain juga bisa. Jangan terpaku dengan satu bahan makanan karena tak ada satu pun yang perfect. Variasikan konsumsi protein nabati dan hewani. Kecerdasan itu perkembangan anak yang tak hanya dipengaruhi asupan gizi tapi juga stimulasi. Asupan anak oke tapi jarang distimulasi juga tidak bisa cerdas.

“Anak saya cowok 3 tahun berat badannya 12-13 kg saja, aktif. Sejak MP ASI memang tidak lahap makannya. Makan nasi mau tapi harus disuapin dan sambil main. Saya mau nerapin makan sendiri tapi pasti jadinya makannya sedikit. Apakah saya harus tetep suapin demi berat badan naik, atau harus mengajarkan makan sendiri? Dan makanan apa saja yang bisa menaikkan lemak dan berat badannya? Untuk makanan selalu pilih-pilih.”

Pemberian makan yang dianjurkan adalah responsive feeding. Tidak sambil bermain, disiplin waktu, dan dilatih makan sendiri sejak usia 1 tahun.

“Mau nanya, anak usia 8 bulan boleh dikasih Omega 3 madu kurma/sari kurma?”

Omega 3 bole. Kurma bole. Sari kurma tidak usah kalau berkemasan.

“Bagaimana cara menyiasati anak yang susah makan dengan MP ASI superfood? Apakah dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Mengingat superfood ini bisa berkali lipat nutrisinya dibanding makanan biasa. Jadi misal harusnya makan 3 kali, nah anak yang susah makan ini makan superfood 1/2 kali aja sudah memenuhi nutrisinya.”

Mari kita luruskan definisi SUPERFOOD.
Tidak ada makanan super yang bisa men-discount jatah makan anak!
Solusi: pelajari apa yang menjadi alasan anak susah makan. Apakah ibu sudah membuat jadwal makan dan disiplin serta konsisten dengan jadwal makan?

Perhatikan juga jadwal bangun dan tidurnya. Pilar pertama untuk nafsu makan adalah jadwal. Dengan jadwal, anak akan paham dan tahu kapan lapar kenyangnya.

Setelah jadwal makan oke, variasikan menu, variasikan cara pengolahan dan bahkan perhatikan lingkungan ketika anak makan. Hindari atau minimalkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi makan anak.

“Hati sapi disebut sebagai sumber zat besi, protein, dan zinc. Tapi kondisi di lapangan sering ditemukan cacing hati. Nah, apakah memasaknya dengan waktu yang lama tidak mengurangi kandungan gizi yang ada di dalamnya?”

Banyak faktor yang bisa membuat berkurangnya mineral atau zat gizi yang terserap oleh tubuh.

Yang bisa kita lakukan:

  1. Masak makanan dengan matang. Krn risiko infeksi yg ada jika makanan tidak matang.
  2. Padu padankan makanan dg makanan lain yg akan meningkatkan penyerapan. Misal, konsumsi buah kaya vit C setelah makan hati yg kaya Fe.
  3. Hindari konsumsi sumber zat besi bersamaan atau dengan jarak waktu dekat dengan konsumsi susu, teh, kopi.

“Bagaimana ciri-ciri anak bergizi baik (terpenuhi nutrisi hariannya)?”

Status anak bergizi baik adalah anak dengan grafik pertumbuhan sesuai standar normal. Pertama cek atau plot dulu grafik pertumbuhannya bu. Berapa berat badan saat baru lahir, kemudian dirunut hingga usia anak saat ini. Gizi baik jika jalur peningkatan berat badan dan tinggi badan anak sesuai grafik pertumbuhannya.

“Jika pada penimbangan berat badan sudah sesuai standar umur anak, tetapi tinggi badan anak selalu kurang 3 cm dari tinggi yang seharusnya, apa yang harus dilakukan? Karena setiap bulan kondisinya selalu begitu, tinggi badan kurang 3 cm dari seharusnya.”

TB adalah cerminan gizi masa lampau. Artinya kondisi gizi anak saat ini baru akan berdampak signifikan terhadap perubahan tinggi badan anak sekitar 6 bulan setelahnya. Idealny, peningkatan berat badan akan sebanding dengan peningkatan tinggi badan. Jadi coba cek lagi plotting grafik pertumbuhan anak sejak lahir. Pernahkan grafiknya bergeser, melandai, mendatar? Jika pernah, biasanya hal ini yang akan menyebabkan tinggi badan anak kurang optimal.

“Pernah baca artikel (udah lama sih, lupa pula nama situsnya) bahwa memasak makanan berbahan kedelai dan bayam jadi satu akan menimbulkan zat yang bisa memicu kista. Apakah itu benar? Saya jadi khawatir juga sebab sering mencampur bayam n tahu utk MP ASI anak.”

No worry bu. Silahkan digabung. Yang dikhawatirkan adalah pembentukan kristal kalsium (dari tempe) dan oksalat (dari bayam). Tapi untuk
sajian bersamaan kekhawatiran ini tidak terjadi karena nanti kristal juga akan dikeluarkan lewat tinja.

“Kalo makan yang instans itu boleh gak bu? Contohny milna. Saya bekerja, jadi mikir yang instan-instan aja awalnya. Tapi sekarang sudah dibiasakan makanan dimasak sendiri. Cuma agak susah makannya bu. Karena sudah kebiasaan makan milna. Bagaimana ya bagusnya bu dokter? Umur bayinya 9 bulan.”

Jika ditanya boleh, pilihannya tergantung ibu. Tapi pertimbangan untuk MP ASI homemade dan instan itu ada. Pahami alasan masing-masing baru ambil keputusan ingin homemade atau instan.

Jika saya, saya lebih memilih homemade tapi praktis. Artinya, ciptakan mind set bahwa bikin MP ASI itu simple. Tidak ribet. Tinggal campur, aduk, jadi deh.

Berdasarkan wawancara dengan pasien dan pengalaman lapangan, lidah anak akan terbiasa dengan ‘taste’ yang kita kenalkan padanya. Misal, anak yang terbiasa makanan instan, ketika diberikan homemade sulit untuk suka. Begitu juga sebaliknya. Jadi upayakan membiasakan anak mengonsumsi makanan yang kita inginkan dia konsumsi di kemudian hari.

“Kalau olive oil memang tidak perlu diberikan karena tubuh sudah memproduksi sendiri omega 9. Lalu untuk lemak tambahannya boleh diganti dengan minyak kedelai yang mengandung omega 6? Selain minyak kedelai dan biji bunga matahari apa lagi dok yang gampang diperoleh untuk memenuhi omega 6?”

Maksud postingan saya tentang olive oil sederhana saja, jangan sampai ibu-ibu bela-belain nyari olive oil jauh-jauh atw mengalokasikan dana gedeeee utk beli eloo, evoo. Manfaatkan yg ada saja. Lebih fokus pada dua asam lemak esensial omega 3 & 6.

Begini, untuk lemak, makanan yang ditemukan di alam, biasanya mengandung kombinasi bahan. Misal, asam lemak jenuh, tak jenuh omega 3, tak jenuh omega 6 dengan komposisi berbeda. Minyak jagung, dominan omega 6, sedikit
omega 9, dan tidak ada omega 3.

“Untuk makanan goreng-gorengan, apa boleh bu dokter untuk anak balita? Apa ada pembatasan terkait minyaknya?”

Silahkan bu. Asupan lemak dibolehkan untuk anak. Asal minyak untuk menggorengnya selalu baru. Dan menggoreng tidak dengan pemanasan maksimal. Apalagi untuk minyak kelapa atau jagung bahkan zaitun, yang bersifat tak jenuh, lebih sensitif terhadap pemanasan alias mudah rusak. Jadi, gunakan minyak baru dengan api sedang saja ketika menggoreng. Variasikan juga makanan. Jangan gorengan melulu meskipun enak.

“Pentingkah diberi vitamin dan zat besi seperti suplemen tambahan itu?

Suplemen zat besi diberikan jika dibutuhkan tergantung hasil laboratoriumnya bu. Pemberian suplemen Fe memang sudah direkomendasikan oleh IDAI dari usia bayi 4 bulan karena adanya gap cadangan zat besi dari ibu dan zat besi dari ASI sehingga tidak tercukupi lagi kebutuhan zat besi utk tubuh bayi, sehingga diperlukan MP ASI salah satunya untuk mengisi kekosongan atau gap zat besi ini. Akan tetapi, suplemen tentu tidak dikonsumsi bebas. Hal ini tentu dinilai dokter berdasarkan klinis dan tumbuh kembang anak ibu masing-masing. Yang paling penting diketahui, suplemen zat besi tidak diberikan saat anak sakit, karena zat besi ini dikonsumsi bakteri. Jadi berikan saat anak sehat sesuai resep dokter.

Untuk suplemen vitamin mineral lainnya, menurut saya, suplemen = tambahan. Jadi, jika ingin silahkan. Jika tidak juga tidak apa apa. Kenapa? Karena ketika ibu telah memberikan menu gizi seimbang 4 bintang maka dalam sayur buah dan makanan sehari-hari telah terkandung vitamin mineral yang dibutuhkan anak. Yang penting jangan salah persepsi bahwa suplemen adalah jaminan nafsu makan anak. Tidak ada suplemen yang bisa menjamin nafsu makan anak karena nafsu makan diciptakan melalui konsistensi pemberian makan pada anak sehari-hari. Pola pembentukan lapar kenyang yang akan menjadikan anak tahu kapan harus makan atau tidak.

“Anak laki-laki saya umur 3 bulan beratnya sekarang sekitar 7,8 kg dengan ASI eksklusif. Kalau saya hitung menyusunya sekitar 8x sehari. Nah kemarin saya disarankan oleh ibu untuk memberi pisang lembut sebelum umurnya 6 bulan. Apakah boleh menurut medis? Karena saya takut anak saya malah berlebihan gendut badannya. Karena ini dia konsumsi ASI aja sudah di atas normal BB-nya.”

Tidak perlu MP ASI sebelum usia 6 bulan. Apalagi ini status gizinya sudah bagus. Tidak perlu pembatasan ASI. Cukup teruskan ASI. Bahaya MP ASI sebelum usia sangat banyak apalagi tidak ada indikasi medis. Cukup komunikasikan saja dengan orang tua ibu tentang alasan tidak perlu pemberian MP ASI nya yaa..

“Apa ada saran makan yang bisa meningkatkan perkembangan otak?”

Perkembangan otak anak mencapai 90% di usia 3 tahun. Menu yang harus diberikan mencakup ASI eksklusif 6 bulan plus MP ASI menu gizi seimbang. 
Artinya, cukupi menu gizi seimbang anak, maka akan cukup bagi anak. 
Apa itu gizi seimbang? Cukup berikan makanan sesuai usia yang mencakup 4 bintang yaitu karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah dengan proporsi tepat. Kalau semua tercukupi, insyaallah status gizi anak baik dan tumbuh kembang otak optimal. 
Jika ingin spesifik, berikan ikan lebih banyak, dan telur karena mengandung asam lemak esensial untuk otak. Untuk anak tidak perlu pembatasan lemak dan asupan serat tinggi. Kenapa? Karena serat mengikat lemak. Kurang penyerapan lemak akan menyebabkan pertumbuhan sel saraf tidak optimal. 60% struktur otak tersusun atas lemak.

“Apakah pemberian vitamin atau zat gizi yang dibeli di apotik bisa digunakan untuk mendongkrak gizi seimbang?”

TIDAK bu. 
Vitamin adalah unsur mikro dalam zat gizi yang bisa dipenuhi lewat konsumsi karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah. Penuhi yg utama, maka suplemen apapun tak akan diperlukan. Kecuali saat anak sakit bisa jadi cukup membantu.
Jadi, pemberian vitamin/suplemen sifatnya hanya tambahan. Berikan anak makanan utama gizi seimbang dahulu. Jika perlu, baru berikan vitamin atau suplemen sebagai tambahan.

“Untuk bayi yang baru memulai MP ASI, apakah lebih baik melalui menu tunggal terlebih dahulu? Atau bisa langsung menu campur (kombinasi 4 bintang)?”

Boleh kombinasi. Pemberian menu tunggal ditujukan utamanya untuk protein, terkait kecurigaan ada alergi nantinya pada anak. Pemberian menu tunggal juga ditujukan agar anak mengenali rasa masing-masing bahan makanan dengan baik. 
Jika ingin memberikan menu tunggal selama 1-2 minggu pertama, silahkan saja. Tapi usahakan setiap hari anak mengonsumsi semua komposisi zat gizi dalam bahan makanan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Mau kombinasi? Hati-hati jika alergi. Jadi untuk protein, hati-hati pemberian menu kombinasi, kecuali yakin tak ada alergi. Misal, udang dan telur sebaiknya tidak dikombinasi.

“Saya pernah baca, kalau kurang baik makan hati ampela?”

Ati ampela aman dan baik untuk dimakan bu. No worry. Karena ada kandungan protein dan zat besi di hati, serta karbohidrat, protein, dan lemak pada ampela.

“Tidak baik kah menggabungkan protein hewani darat dan laut bersamaan?”

Untuk gabungan hewan darat dan laut dalam ilmu gizi tidak masalah bu.

“Bayi saya umurnya akan memasuki 7 bulan. Beberapa hari ini susah makan setiap saya suapi selalu dikeluarkan lagi. Semua cara saya sudah coba, dari ganti menu, pengaturan jam makan, dan pengaturan pemberian ASI, dan lain-lain. Tapi masih sama susahnya. Akhirnya saya coba kasih makan tanpa disaring (dihaluskan hanya dengan sendok/diblender). Alhamdulillah lahap dia makan dan semangat bangat ngunyah padahal giginya blom ada. Apakah tidak masalah makan tanpa disaring? Saya perhatikan pup-nya juga baik-baik saja, lancar dan normal.”

Apakah anak sakit? Akan tumbuh gigi? Coba raba gusinya. Jika iya, tidak apa-apa turun tekstur. Tapi ketika anak membaik segera naikkan tekstur kembali. Berikan snack berupa finger food untuk latihan anak naik tekstur dan merangsang tumbuh gigi.

“Apakah anak yang aktif susah untuk gemuk?”

Anak aktif berarti pengeluaran energi/metabolisme-nya tinggi. Anak akan sulit gemuk jika asupannya kurang atau tidak seimbang. Karena anak sulit kita batasi aktivitasnya maka, asupannya yang harus ditambah.