Rubrik Klinik MLC “Optimalkan Pertumbuhan Anak melalui Nutrisi Terbaik”

Harian SInggalang Minggu, 22 April 2018

Profil Layanan Klinik Tumbuh Kembang Anak Padang “My Lovely Child” (MLC)

Rubrik Klinik MLC “Seputar Menyusui dan Pemberian Susu UHT”

Rubrik Kesehatan, Tumbuh Kembang dan Psikologi Anak & Remaja

Oleh : Tim Klinik My Lovely Child

Jl. Perintis Kemerdekaan no. 19, Jati, Padang (Telp 082388266333, Ig : @klinikmylovelychild, Fb : Klinik My Lovely Child, Web : http://www.klinikmylovelychild.com)

 

Optimalkan Pertumbuhan Anak melalui Pemberian Zat Gizi & Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang Tepat dan Bergizi Seimbang

 

Assalamu’alaikum Dokter,

Anak laki-laki saya berumur 3 bulan berat badannya (BB) sekarang sekitar 7,8 kg dan ASI eksklusif. Kalau saya hitung menyusunya sekitar 8x sehari. Nah, kemarin saya disarankan oleh ibu saya untuk memberi pisang lembut padahal umurnya belum 6 bulan. Apakah boleh menurut medis? Karena saya takut anak saya malah berlebihan gendut badannya. Karena saat ini dengan konsumsi ASI aja sudah di atas normal BB-nya. (Ibu H, di Padang)

Wassalam Ibu H,

Alhamdulillah, status gizi anak ibu saat ini normal untuk usianya saat ini. Jadi, anak ibu tidak perlu diberikan pisang atau Makanan Pendamping ASI (MP ASI) apapun sebelum usia 6 bulan. Dan tidak perlu juga ada pembatasan terhadap pemberian ASI. Cukup teruskan ASI. Bahaya pemberian MP ASI sebelum usia sangat banyak diantaranya, akan mengurangi produksi ASI ibu sehingga nanti justru bisa memicu timbulnya malnutrisi pada anak. Selain itu, anak juga bisa mengalami reaksi alergi terhadap jenis makanan yang seharusnya belum perlu dia konsumsi akibat belum sempurnanya organ cerna dan sistem pencernaan anak saat usia ini. Apalagi anak ibu juga tidak memiliki indikasi medis yang mengharuskan anak diberikan MP ASI sebelum usianya

Jadi, cukup komunikasikan saja dengan orang tua ibu tentang alasan tidak perlunya pemberian MP ASI di usia sebelum 6 bulan serta semua informasi terkait hal ini.  ‘Happy Breastfeeding & Be Happy” ya Bu.

Selamat Pagi, Dokter

Untuk bayi yang baru memulai MP ASI, apakah harus melalui menu tunggal terlebih dahulu atau bisa langsung menu campur (kombinasi 4 bintang)? Dan apakah pure itu harus selalu berupa buah? Ibu N, di Padang

Wassalam Ibu N,

Mengenai menu tunggal atau campur di awal MP ASI memang cukup sering ditanyakan oleh para ibu-ibu muda yang sangat semangat dalam memberikan MP ASI pada anaknya. Jadi, di awal MP ASI sebaiknya anak tetap dipaparkan dengan berbagai jenis bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral setiap hari agar kebutuhan zat gizi anak tercukupi.

Untuk bisa memenuhi zat-zat gizi tersebut, bisa diberikan dalam bentuk menu tunggal atau pun kombinasi. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ya bu, pertama, jenis bahan makanan. Anak harus mengonsumsi sumber kalori atau energi karena anak setiap hari akan beraktivitas. Tengkurap, duduk, merangkak, tertawa atau pun menangis merupakan beberapa jenis aktivitas anak yang membutuhkan energi. Kalori ini bisa diberikan ke anak dengan pemberian sumber karbohidrat seperti nasi, kentang,dan ubi. Untuk sumber protein sekaligus lemak seperti ayam, daging, ikan, telur dll. Sedangkan sayur buah seperti jeruk, pepaya, wortel, kangkung dan bayam merupakan sumber vitamin dan mineral yang juga dibutuhkan anak sehari-hari.

Ketika merancang menu untuk anak, maka ibu harus memperhatikan bahwa anak harus memperoleh seluruh kandungan gizi di atas untuk tumbuh kembang optimal anak. Jika ibu memilih untuk memberikan menu tunggal, maka dapat memberikan makanan pokok, protein, lemak serta sayur buah dalam bentuk terpisah dalam satu hari. Pemberian menu tunggal ditujukan utamanya untuk protein, terkait kecurigaan dapat timbulnya reaksi alergi nantinya pada anak. Selain itu, pemberian menu tunggal juga ditujukan agar anak mengenali rasa masing-masing bahan makanan dengan baik. Jadi, jika ingin memberikan menu tunggal ibu dapat melakukannya selama 1-2 minggu pertama mp asi. Tapi usahakan setiap hari anak mengonsumsi semua komposisi zat gizi dalam bahan makanan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Namun, jika ingin memberikan dalam bentuk kombinasi maka ketahui semua jenis bahan makanan yang diberikan pada anak dan hati-hati terhadap munculnya reaksi alergi pada anak seperti mencret, gatal-gatal, dll terutama untuk bahan makanan sumber protein seperti ikan, telur, ayam dll. Jadi untuk protein, hati-hati saat pencampuran sumber protein di awal MP ASI misal udang dan telur, karena tentunya hal ini akan menyulitkan saat mendeteksi penyebab timbulnya alergi pada anak. Dan silahkan kombinasi bahan makanan jika anak tidak terbukti mengalami alergi.

Kedua, tekstur makanan anak juga perlu diperhatikan. Pure merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyatakan tekstur halus untuk makanan bayi di awal MP ASI 6 bulan. Artinya, bahan makanan apa pun seperti, nasi, ayam, telur, aneka sayur dan buah atau bahkan kombinasinya dapat diolah menjadi pure. Tekstur ini dapat diperoleh dengan cara menyaring bahan makanan tersebut sehingga dihasilkan tekstur yang halus. Jadi, pure tak harus buah namun, alangkah baiknya pure dibuat dengan melibatkan banyak zat gizi agar pertumbuhan anak baik dan sesuai usianya.

Assalamu’alaikum Dokter,

Apakah ada jenis makanan khusus yang bisa meningkatkan perkembangan otak anak? Ibu T, di Padang

Wassalam Ibu T,

Otak merupakan organ tubuh yang identik dengan kecerdasan. Pertumbuhan otak yang baik melalui kecukupan nutrisi akan menunjang perkembangan kecerdasan anak secara optimal. Pertumbuhan otak akan mencapai 90% di usia 3 tahun. Untuk optimalnya pertumbuhan otak ini, maka anak harus memperoleh nutrisi yang baik yakni mencakup ASI eksklusif 6 bulan plus MP ASI menu gizi seimbang. Artinya, apabila kebutuhan anak tercukupi melalui pemberian menu gizi seimbang, maka hal ini juga akan cukup bagi perkembangan otak anak. 

Apa itu gizi seimbang? Yakni pemberian makanan sesuai usia yang mencakup 4 bintang yaitu karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin mineral dalam proporsi tepat. Jika ingin spesifik, anak dapat diberikan ikan atau telur karena mengandung asam lemak esensial untuk otak. Anak membutuhkan lemak essensial dan asupan serat (dari sayur buah) dalam proporsi yang tepat. Kenapa? Karena serat yang berlebihan bisa mengakibatkan kurangnya penyerapan lemak yang bisa menyebabkan pertumbuhan sel saraf tidak optimal. Apalagi, 60% struktur otak tersusun atas lemak.

 Bisa disimpulkan, bahwa jika proporsi makan anak tepat setiap hari sesuai usia anak maka, status gizi anak  akan baik dan perkembangan otak anak juga bisa dioptimalkan.

 Assalamu’alaikum Dokter,

Apabila anak pada usia 1 tahun sangat sedikit sekali makannya karena ASI-nya benar-benar doyan, akan berpengaruhkah terhadap perkembangannya? Ibu C, di Padang

Wassalam Ibu C,

Sangat berpengaruh,Bu. Itulah sebabnya, pengaturan terhadap jadwal pemberian makanan sangat penting. Jika jadwal pemberian makanan diatur dengan baik, maka anak tidak akan minta ASI terus menerus. Dan proses penyapihan pun akan berlangsung dengan baik. Untuk anak ibu yang berusia 1 tahun, sebaiknya anak mengonsumsi menu utama dengan frekuensi 3x disertai 2x snack dan untuk ASI dapat diberikan di luar jadwal tersebut.

Disiplin dan konsisten adalah kunci dalam pengaturan jadwal makan. Karena jadwal makan yang teratur akan membuat tubuh anak mengenali rasa lapar dan kenyang secara baik yang pada akhirnya akan terbentuklah kebiasaan/perilaku makan teratur. Selain itu, anak yang terbiasa dengan keteraturan jadwal akan lebih sedikit peluang mengalami berbagai masalah terkait kurangnya nafsu makan atau GTM (gerak tutup mulut) bahkan, meskipun anak dalam keadaan sakit. Namun, disaat anak sakit, maka dispensasi untuk jadwal boleh dengan tetap mengupayakan keteraturan.

Pertanyaan di jawab oleh dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed sebagai salah satu konselor gizi dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) di Klinik My Lovely Child (MLC).

Selain konsultasi, klinik MLC juga mengadakan kelas edukasi & “live demo” masak MP ASI agar masyarakat lebih memahami pemberian MP ASI secara tepat bagi anak baik dalam hal pemilihan jenis bahan makanan, pengolahan tekstur, pengaturan jadwal serta porsi dan frekuensi pemberian makan pada anak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: